BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 14 Maret 2011

Tips Menjaga Kebersihan Gigi Berbehel


Behel kini sedang jadi trend dimana-nama. Penggunaannya pun banyak bergeser dari hanya untuk memperbaiki bentuk gigi menjadi trend gaya masa kini. Hanya saja pengguna behel perlu menjaga kebersihan gigi lebih ekstra karena rentan terhadap gangguan yang ditumbulkan sebagai efek samping penggunaan behel. Apa saja tips menjaga kebersihan gigi berbehel?

  1.  Kontrol rutin ke dokter gigi minimal tiga minggu sekali .Segera temui dokter gigi jika mengalami masalah dengan behel, seperti kehilangan karet pengait atau muncul luka pada mulut setelah pemasangan behel.
  2. Bila telanjur terluka Anda bisa meminum obat pereda rasa sakit yang dijual bebas untuk menahan rasa sakit sementara. Tetapi Anda tetap harus segera memeriksakannya ke dokter gigi untuk mencegah infeksi yang lebih parah.
  3. Segera sikat gigi setiap habis makan, terutama setelah memakan yang manis-manis.
  4. Gunakan sikat gigi khusus yang memang di khususkan untuk gigi berbehel sehingga akan lebih efektif membersihkan sela-sela gigi yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi biasa.
  5. Jangan gunakan sikat gigi dengan bulu kasar karena bisa menyebabkan inflamasi gingiva.
  6. Hindari makanan yang keras. Selain menyebabkan rasa sakit, makanan yang keras bisa menyebabkan ban ortho terlepas, termasuk cincin ortho.

    Rahasia di Balik Seekor Lintah

    Terapi Lintah Ampuh Sembuhkan Berbagai Penyakit 

     

     OLEH sebagian besar orang, lintah sering dianggap sebagai binatang penghisap darah yang menjijikkan. Namun di Nganjuk, Jawa Timur, binatang lintah justru dimanfaatkan sebagai media atau alat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Seperti apa pengobatan alternatif dengan lintah tersebut? 

    Sudah beberapa tahun ini pengobatan alternatif dengan media lintah dikenalkan oleh Ustad Qomarudin, salah seorang guru di pondok pesantren As-Shidiq, di Desa Selorejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

    Kini, meski Ustad Qomarudin telah tiada, layanan pengobatan lintah tetap dijalankan dan diteruskan oleh Mahrussoleh, putranya yang juga pengajar di Pondok Pesantren As-Shidiq.

    Hampir setiap hari, sejumlah orang dengan berbagai keluhan penyakit berdatangan untuk mencoba terapi lintah ini. Mulai dari penyakit yang berat hingga penyakit yang ringan, seperti kencing manis, kolesterol, darah tinggi, asam urat, stroke, sakit kulit, dan masih banyak lagi.

    Meski demikian, pasien terapi lintah tak bisa sebanyak terapis dengan media lain, sebab kebanyakan orang memang takut dan jijik dengan binatang yang satu ini.

    Cara terapi dengan lintah juga tidak terlalu sulit, yaitu binatang lintah hanya tinggal diletakkan saja pada bagian tubuh yang sakit, seperti di kaki, tangan, perut, leher, dan lainnya.

    Lalu, perlahan tapi pasti, lintah akan menggigit kulit dan menyedot darah kotor pada bagian tubuh yang sakit tadi.

    Tak hanya sekadar menyedot darah kotor saja, pada saat penyedotan darah berlangsung, lintah juga menyemburkan air liurnya ke dalam tubuh yang sakit.

    Nah, air liur lintah itulah yang konon mampu menetralisir penyakit dalam tubuh sehingga darah semula beku berubah menjadi cair atau lancar dan tubuh menjadi segar.

    Karena bentuk binatang ini menjijikan, kebanyakan pasien yang datang adalah pasien yang sudah frustasi atau sudah bertahun-tahun berobat ke dokter tapi tak kunjung sembuh.

    Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang sudah lumpuh atau kakinya nyaris diamputasi. Karena ketakutan, pasien tersebut nekat datang, dan berobat dengan media lintah ini.

    Dan hasilnya, sudah tak terhitung lagi, sangat banyak pasien mengaku kemudian sembuh dengan pengobatan lintah ini.

    Salah satunya adalah Rahmat (30), pria asal Kediri sudah 10 tahun menderita sakit eksim pada kakinya. Kesal karena berobat pada dokter tak kunjung sembuh, Rahmat nekat berobat dengan media lintah. Hasilnya, baru dua kali berobat sakit eksim di kakinya langsung sembuh total.

    "Bagi yang belum pernah mencobanya, berobat dengan media lintah memang terasa jijik dan menakutkan," kata salah seorang pasien, Rahmat.

    "Namun setelah dicoba, ternyata tidak seperti yang kita bayangkan, bahkan rasa sakitnya pun konon hanya seperti digigit semut saja," sambung Rudi, penderita kolesterol tinggi.

    Mahrussoleh, sang terapis lintah menuturkan, bahwa lintah yang dipakai untuk terapi ini bukan lintah yang didapatkan di sekitar rumahnya dengan sembarangan, namun lintah khusus atau lintah laut yang diperoleh dari Madura.

    Masih menurut Mahrussoleh, sarana pengobatan dengan lintah sebenarnya bukan merupakan temuan atau hal baru.

    Sebab tingginya manfaat binatang lintah untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit sudah banyak tertulis dan dibahas dalam kitab-kitab kuning yang banyak diajarkan di berbagai pesantren.

    Bahkan konon, lintah sudah dikenal sebagai binatang yang bermanfaat untuk media pengobatan sejak zaman Nabi Ayub ribuan tahun silam.

    Lamanya proses pengobatan tiap pasein berbeda-beda, tergantung banyaknya darah yang harus disedot oleh lintah. Saat darah kotornya habis, lintah akan lepas dengan sendirinya.

    "Anda tertarik untuk mencoba berobat dengan media lintah ini? Tak perlu ragu, karena dijamin Anda tidak akan dikenakan biaya tinggi alias seikhlasnya," tutup Mahrussoleh.

     

    sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/03/14/195/434759/terapi-lintah-ampuh-sembuhkan-berbagai-penyakit 

    Love. What's that?

    What is Love?


    • “When my grandmother got arthritis, she couldn’t bend over and paint her toenails anymore. So my grandfather does it for her all the time, even when his hands got arthritis too. That’s love.” Rebecca- age 8
    • “Love is when a girl puts on perfume and a boy puts on shaving cologne and they go out and smell each other.” Karl – age 5
    • “Love is when you go out to eat and give somebody most of your French fries without making them give you any of theirs.” Chrissy – age 6
    • “Love is what makes you smile when you’re tired.” Terri – age 4
    • “Love is when my mommy makes coffee for my daddy and she takes a sip before giving it to him, to make sure the taste is OK.” Danny – age 7
    • “Love is what’s in the room with you at Christmas if you stop opening presents and listen.” Bobby – age 7 (my favorite)
    • “If you want to learn to love better, you should start with a friend who you hate,” Nikka – age 6 (we need a few million more Nikka’s on this planet)
    • “Love is when you tell a guy you like his shirt, then he wears it everyday.” Noelle – age 7
    • “Love is like a little old woman and a little old man who are still friends even after they know each other so well.” Tommy – age 6
    • “Love is when Mommy sees Daddy smelly and sweaty and still says he is handsomer than Robert Redford.” Chris – age 7
    • “Love is when your puppy licks your face even after you left him alone all day.” Mary Ann – age 4
    • “I know my older sister loves me because she gives me all her old clothes and has to go out and buy new ones.” Lauren – age 6
    • “When you love somebody, your eyelashes go up and down and little stars come out of you.” Karen – age 7
    • “Love is when Mommy sees Daddy on the toilet and she doesn’t think it’s gross.” Mark – age 6
    • “You really shouldn’t say ‘I love you’ unless you mean it. But if you mean it, you should say it a lot. People forget.” Jessica – age 8